Rabu, 28 Oktober 2009

Good Bye My Lover

Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
’Cause I saw the end before we’d begun,
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.
So I took what’s mine by eternal right.
Took your soul out into the night.
It may be over but it won’t stop there,
I am here for you if you’d only care.
You touched my heart you touched my soul.
You changed my life and all my goals.
And love is blind and that I knew when,
My heart was blinded by you.
I’ve kissed your lips and held your hand.
Shared your dreams and shared your bed.
I know you well, I know your smell.
I’ve been addicted to you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
I am a dreamer and when i wake,
You can’t break my spirit – it’s my dreams you take.
And as you move on, remember me,
Remember us and all we used to be
I’ve seen you cry, I’ve seen you smile.
I’ve watched you sleeping for a while.
I’d be the father of your child.
I’d spend a lifetime with you.
I know your fears and you know mine.
We’ve had our doubts but now we’re fine,
And I love you, I swear that’s true.
I cannot live without you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
And I still hold your hand in mine.
In mine when I’m asleep.
And I will bare my soul in time,
When I’m kneeling at your feet.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

I’m so hollow, baby, I’m so hollow.
I’m so, I’m so, I’m so hollow.
I’m so hollow, baby, I’m so hollow.
I’m so, I’m so, I’m so hollow.

(by James Blunt)

Minggu, 25 Oktober 2009

Langit Jakarta Mendung




Langit Jakarta mendung, ditutupi oleh awan kelam gelap dan menutupi sang mentari.

Sang mentari ditutupi oleh awan gelap shingga sinarnya pun pudar.

Kapankah ada angin yang meniup awan itu untuk pergi dan dapat membuka secercah sinar sang mentari yang dapat menerangi bumi, menghangatkan jiwa, menyinari ladang-ladang mereka sehingga tumbuh subur, burung pun dapat bersiul, ayam dapat berkok memberitahukan bahwa hari sudah pagi.

Ataukah awan itu akan tetap ada, dan mengguyur dengan hujan yang lebat dan deras, sehingga membanjiri rumah-rumah, ladang-ladang, dan kandang mereka, membuat kita semua tidak memiliki semangat dan hanya berhasrat untuk tidur.

Kita hanya manusia biasa yang hanya dapat berusaha sekuat mungkin untuk meniup awan itu agar pindah dari kegelapan kehidupan kita. “Ikhtiar dan doa” ya, hanya itu yang bisa dilakukan kita sebagai seorang manusia biasa dan pada akhirnya ALLAH lah yang dapat menggerakkan seluruh hati manusia senhigga kita dapat bersama-sama meniup awan gelap itu agar kegelapan dapat terlewati…

Rabu, 21 Oktober 2009

For My first Lady

Hari ini adalah hari pertama gw kembali sendiri lagi. Setelah menjalani kisah asmara dengan Gadis yang bernama Chaerul Bariah, selama 1 th 10 bln 19 hari atau 22 bln 19n hari. Dia adalah Temen sd gw yg gw tembak tgl 2 December 2007 di Jatinagor, Pondok Dara kamar 202.
Banyak kisah yg gw lewati besamanya, buruk atau pun baik, enak ato nggak enak, pkoknya banyak hikmah yang gw ambil dari hubungan gw selama ini sama dia. Dia tau, gw nggak bisa banyak2 cerita, jadi tulisan ini Cuma sampe disini aja, mohon maaf klo jadinya membosankan…
“Neng, smoga kita tetep bisa saling deket, kayak temen lagi, dan km udah ak anggap kayak kk ak sendiri, jadi klo km mau ngobrol apa aja nggak apa2, ak akan terbuka sama kamu, begitu pula sebaliknya, ya neng ya…”…

“I’ll MISS U SO MUCH My First Lady……………”

Senin, 05 Oktober 2009

sandang, pangan, papan, dan sapaan

Pada waktu kita masih belajar di sekolah dasar, kita mengenal yang namanya kebutuhan pokok hidup manusia. Yaitu ada 3 macam; sandang, pangan, dan papan.
Dimana sandang adalah kebutuhan akan pakaian, lalu pangan adalah kebutuhan akan makanan yang biasanya kita dengar dengan nama sembako (sembilan bahan makanan pokok), dan yang terakhir adalah papan yang dimanan kita membutuhkan tempat pelindungan dan peristirahatan.

Tetapi untuk zaman sekarang ini ada tambanhan kebutuhan pokok masyarakat yaitu sapaan atau komunikasi. Memang hal ini sepertinya masih hanya di daerah perkoataan saja, tetapi lambat laun akan merambah hingga keseluruh daerah pedesaan. Bahkan bagi kalangan perkotaan, penggunaan alat komunikasi seperti Handphone dan Laptop sudah bukan hal yang mewah lagi. Ada satu contoh, seperti staf dalam rumah saya yang tinggalnya di Gunung, mungkin kita menyangka signal operator seluler tidak akan sampai menjangka ke daerahnya tetapi anaknya dia yang berumur 5 tahun setiap hari menelfon kepda ayahnya yang bekerja di rumah saya. Hal ini memberikan contoh bahwa sapaan sudah menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat di dunia khusunya di Indonesia.
Dari hal ini dapat kita lihat bahwa peradaban manusia terus-menerus berubah. Maka dari itu paradigma atau pola berfikir kita haruslah diperbaharui. Dari contoh diatas kita harusnya mengajarkan kepada adik-adik kita bahwa kebutuhan pokok itu bukan ada 3 macam, melainkan ada 4 macam, yaitu; sandang, pangan, papan, dan sapaan.